Tampilkan postingan dengan label Collection Of Short Story Lusiana's. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Collection Of Short Story Lusiana's. Tampilkan semua postingan

Juli 02, 2012

The Little Princess


                                      The Little Princess
“Permisi, aku murid baru di sini. Kamu tahu letak kelas tujuh-satu?” tanyaku sambil membetulkan letak kacamataku.
“Iih… memang itu urusanku hah?” bentak gadis itu kasar.
Iih, nyebelin banget sih dia, padahal kan aku cuma tanya letak kelas. Dan dengan terpaksa aku kembali mencari letak kelas, tepatnya letak kelas VII-1. Ya, ini adalah keempat kalinya aku bolak-balik dari lantai satu menuju lantai dua. Ugh… dimana sih kamu kelas?. Tanpa ku sadari, ternyata aku menabrak seorang cowok berkulit putih dan berkacamata, dan aku pun terkaget di buatnya. Aku berusaha berdiri dan meminta maaf kepadanya, dan dia mau memaafkanku (beda sama cewek yang tadi, sombong banget). Kemudian, ku beranikan diri bertanya kepadanya letak kelas VII-1. Dan kalian tahu, ternyata aku sekelas dengan dia. Fiuh… lega banget udah bisa nemuin kelas baruku.
Kami pun saling berkenalan. Ternyata, nama cowok berkacamata itu Michael Stone atau sering di sapa Michael. Kami pun berjalan menuju kelas sambil mengobrol. Hmm, ternyata si Michael cowoknya baik dan ramah, kelihatan dari sikap dia. Tak terasa, sampailah kami di kelas. Aku pun mencari bangku meja masih kosong, dan itu ada di bagian pojok belakang. Dengan terpaksa aku berjalan menuju mejaku, kenapa aku harus duduk di belakang sih?. Sebenarnya, sejak aku memakai kacamata, aku SANGAT BENCI duduk di barisan belakang pojok. Ku simpan tas di laci dan aku memilih membaca novel yang sengaja ku bawa dari rumah agar aku tidak jenuh selama di sekolah baruku.
Oh iya, aku lupa memperkenalkan diri. Perkenalkan, namaku Angelica Yoviena. Aku biasa di sapa oleh temanku Angel atau Elica. Hari ini, aku dengan terpaksa harus bersekolah di SmaGree Junior High School. Sebenarnya, SmaGree merupakan singkatan dari Smart dan Green. Saat ini usiaku beranjak sebelas tahun, dan beberapa bulan lagi aku akan menginjak usia tiga belas tahun. Teng… teng… teng… lonceng pun telah di bunyikan, tanda sudah masuk kelas. Michael memimpin do’a dan lagu Indonesia Raya yang kemudian di lanjutkan dengan menunggu wali kelas datang. Sebenarnya, aku agak heran, kenapa aku bisa masuk di kelas unggulan ya?. Ya sudahlah lupakan saja, pokoknya harus di syukuri saja, bukankah begitu?.
“Assalamualaikum… anak-anak” sapa Miss Laureria.
“Waalaikumsalam… Miss Lauriera” ucap sekelas kompak.
Seluruh temanku langsung membuka buku paket mata pelajaran matematika. Kemudian, Miss Lauriera angkat bicara.
“Baiklah anak-anakku, sekarang kalian mempunyai teman baru. Kalian pasti senang bukan?. Baiklah, Elica silakan maju ke depan kelas” perintah Miss Lauriera kepadaku.
Aku pun maju ke depan kelas dengan gugup. Saat ku tengok kanan dan kiri, ku lihat si gadis kasar itu sedang membisikkan sesuatu kepada teman sebangkunya. Perkenalkanku cukup simple kok. Cukup dengan nama lengjap, nama panggilan, asal sekolah, usia, dan hobiku. “Halo teman-teman, namaku blablabla….” . Setelah memperkenalkan diri, Miss Lauriera memintaku kembali ke meja. Pelajaran pun dimulai, materi kali ini membahas tentang pecahan. Huh… aku sudah bosan dengan materi ini. Saat Miss Lauriera memberikan tugas mengerjakan soal di buku cetak, Miss Lauriera menyuruhku duduk di bangkunya Michael, Alhamdulillah dengan Michael karena aku sudah kenal dengannya. Aku pun mengerjakkan soal tersebut dengan sungguh-sungguh dan sesekali aku bertanya dengan Michael.
Tak terasa, pelajaran matematika telah usai. Sekarang, saatnya jam istirahat. Aku lebih memilih memakan bekal yang telah di siapkan oleh Mama dari rumah dengan rasa cinta. Yummy… hari ini Mama membawakanku bekal berupa nasi goreng special kesukaanku. Nasi goreng tersebut, berisi telur dadar, selada, tomat, sosis, keju, wortel, dll. Pokonya, kalian bisa ngiler deh ngeliatin nasi goreng ini. Saat sesuap nasi pertama, tiba-tiba ada yang menyapaku. Ku hentikan dulu makanku dan aku langsung menyapa mereka. Kami pun saling memperkenalkan diri, ternyata mereka juga ramah kok, benar kan apa kataku? (kecuali si gadis sombong itu).
Nama teman-teman baruku yaitu, Sesyl, Safira, Azzah, dan Fadhilah. Rencananya, sepulang sekolah kami akan berkumpul di Green Place untuk sekedar mengobrol saja. Tak kusangka, di hari pertama ini aku mendapatkan teman-teman baru yang baik dan ramah. Kemudian, ku lanjutkan kembali makanku. Nyem.. nyem… nyem… aku pun menghabiskan nasi goreng tanpa ada yang tersisa. Setelah makan nasi goreng, ku minum air mineral yang sengaja ku bawa dari rumah, aih… segarnya. Setelah itu, ku rapikan kotak bekalku yang ku simpan kembali di tas ranselku. Ku lirik jam dinding kelas, waktu istirahat masih sekitar lima menit, maka aku pun memilih meyiapkan buku tulis dan alat tulis yang ku perlukan.
Seperti ucapanku sebelumnya, bel tanda istirahat telah selesai berbunyi dengan keras. Maka, seluruh temanku yang telah selesai beristirahat kembali menuju kelas untuk kembali menerima pelajaran yang di berikan oleh guru pembimbing. menuju kelas untuk kembali menerima pelajaran yang di berikan oleh guru pembimbing. Tak lama kemudian, Mr Andrew telah datang, itu artinya pelajaran TIK akan segera di mulai. Ooohhh… aku baru tahu, kalau di SmaGree untuk pelajaran TIK di lakukan di lab, berbeda dengan sekolahku yang dulu, teori lebih banyak di bandingkan praktikum. Bergegas aku menuju lab computer yang kemudian di ikuti oleh teman-temanku lainnya.
Sesampainya di lab, Mr Andrew memberikan tugas untuk membuat presentasi menggunakan MS Power Point. Aku pun langsung bergerak cepat dengan melaksanakn perintah Mr Andrew sebaik-baiknya. Langkah pertama, ku buka icon MS Power Point, kemudian setelah lamannya munculnya aku langsung mengubah background-nya dengan gambar favoritku, kalian mau tahu seperti apa?. Ini dia.

            Aku pun mulai mengetik dengan meringkas buku cetak bab 3 mengenai operasi dasar. Mr Andrew pun bolak balik, dari komputer satu ke komputer lainnya untuk menilik muridnya yang sedang mengerjakkan tugas. Sekitar satu jam kemudian, aku telah menyelesaikan tugasku dengan baik. Alhamdulillah, untuk soal ketik-mengetik aku bisa cepat karena aku sering mengetik cerpen. Saat Mr Andrew menyinggahi komputerku, aku langsung menjawab rasa penasaran Mr Andrew dengan santai “Saya sudah selesai Mr”. Mr Andrew pun mengelus-elus kepadaku dan memberikan two thumps yang di sertai dengan senyuman. Yeyeye… aku telah berhasil menyelesaikan tugas TIK-ku dengan baik.
Jam pelajaran TIK pun telah selesai, saatnya kami sekelas untuk kembali lagi ke kelas untuk memulai pelajaran Bahasa Indonesia. Dan ini nih, pelajaran yang paling ku nanti-nanti sejak awal. Saat aku berjalan melewati masjid sekolah, yang kebetulan di sebelahnya ada kolam ikan, tiba-tiba gadis yang sombong itu tiba-tiba mendorongku dengan kuat menuju kolam ikan. Dan sontak saja aku terjatuh di kolam ikan, dan yang paling parah lagi, aku tidak membawa baju ganti. Iih, kok si gadis sombong itu jagil banget sih?. Awas saja ya, pasti nanti kamu akan ku balas. Dengan sekuat tenaga, aku kembali bangkit dari kolam dan menyelamatkan buku-buku tulisku yang tidak terkena air.
Tiba-tiba saja, Michael dan keempat temanku lainnya datang menghampiriku dan membantuku. Karena geram, Sesyl pun mengomel kepada gadis itu, yang ternyata bernama Angel. Ugh… namaku kok sama kayak dia sih? Itu namanya celakan dua belas.
“Heh Angelicious, sampai kapan sih aku peringatin, jangan ganggu anak baru ya. Nge-sok, jangan mentang-mentang anak kepala sekolah, bisa seenaknya sendiri” marah Sesyl.
Hello kamseupay, iuh… lagian dianya duluan yang mulai, jadi jangan di bahas lagi deh. Daripada dengerin ocehan kalian, mendingan kita pergi dari segerombolan anak sok tahu” ledek Angel dengan bahasa sok gaul.
Kemudian Angel beserta se-gengnya pergi meninggalkanku. Sesyl pun bertanya macam-macam kepadaku, apakah ada yang luka?. Udah deh Sesyl, makasih banget perhatianmu, tapi aku enggak apa-apa kok. Dengan sukarela, Sesyl, Azzah, Safira, Fadhilah, dan Michael menemaniku menuju ruang BP untuk meminjam baju seragam putri karena bajuku basah kuyup gara-gara ulah Angelicious beserta se-gengnya. Setelah berganti baju, aku pun kembali menuju kelas untuk melanjutkan pelajaran seperti biasanya. Sesampainya di kelas, Mrs Zeva menanyakan akibat ketelatanku datang menuju kelas, dan aku hanya menjawab ada kesalahan teknis.
Setelah Mrs Zeva mengizinkanku duduk di mejaku, aku pun kembali ke tempat dudukku. Saat melewati meja Angelicious, aku pun kembali terjatuh. Lagi-lagi Angel usil kepadaku dengan menjegalku, makin nyebelin aja ya.  Gelak tawa pun terdengar menggelegar, terutama dari Angelicious beserta gengnya. Dengan malu-malu aku kembali menuju bangkuku, Mrs Zeva pun sempat tersenyum tipis melihat ulahku, pasti si A-N-G-E-L lagi. Pelajaran pun di lanjutkan dengan materi tentang pantun. “Pantun adalah puisi lama dan blablabla…”. Aku pun dengan cepat mencatat materi yang selayaknya penting, istilahnya sih to the point. Hehehe… enggak biasanya aku pakai bahasa inggris.
Setelah menjelaskan materi, Mrs Zeva memberikan tugas untuk membuat pantun pendidikan. Kalian tahu kan, apa itu pantun pendidikan?. Pantun pendidikan adalah pantun yang berisi nasihat tentang pendidikan, seperti belajar, tidak mencontek, dan sebagainya. Aku pun langsung mengerjakkan tugasnya, langkah awal, ku buat isi dari pantun tersebut dan berikutnya tinggal ku pikirkan sampirannnya saja. Dan kalian ingin tahu, seperti apa pantun buatanku, cekidot.
Jalan-jalan ke taman pintar
Jangan lupa membawa duku
Rajin-rajinlah belajar
Seperti membaca buku
Bagaimana pantun buatanku?. Meski kelihatan sederhana, tetapi sudah sesuai dengan ciri-ciri pantun, bersajak a-b-a-b, terdiri dari 8-12 suku kata, terdiri dari empat baris, baris pertama di sebut sampiran, dan baris kedua di sebut isi. Setelah selesai mengerjakan pantun, segera ku kumpulkan tugasku di meja Mrs Zeva. Ku berikan buku tugasku kepada Mrs Zeva, dan Mrs Zeva langsung meneliti hasil pekerjaanku, setelah itu memberikanku nilai. Saat Mrs Zeva menyerahkan kembali bukuku, ku intip nilaiku, hah dapat seratus?. Aku pun tersenyum puas melihat hasil pekerjaanku. Kemudian, setelah aku dilanjutkan oleh temanku yang lainnya. Bel pun berbunyi, tanda pelajaran telah usai.
Aku pun mengemas-ngemas buku tulis dan alat tulis ke dalam ransel. Kemudian, Michael memimpin do’a sebelum pulang dan di lanjutkan dengan bersalaman kepada wali kelas yang sedang mengajar. Satu-persatu temanku pun berhamburan menuju halaman sekolah. Aku langsung saja berlari, setelah bersalaman dengan Mrs Zeva, karena mungkin saja teman-teman baruku telah menungguku sejak tadi. Saat aku melewati mading, ku lihat Sesyl, Safira, dan Azzah sedang berkuruman di sana. Karena penasaran, ku beranikan diri berdempet-dempetan dengan temanku lainnya, benar-benar sesak seperti melihat konser penyanyi. Fiuh… akhirnya aku dapat membaca pengumumannya.







            Ajang Pemilihan BB dan GB Cilik
Hay girl’s and boys?. Buat kamu-kamu yang punya suara dan dance yang keren?. Daripada kamu diamin aja bakatmu, mendingan kamu ikutan “Ajang Pemilihan BB dan GB Cilik” yang diadakan oleh Signal Television. Hadiahnya, kamu akan di kontrak sepenuhnya oleh Star’s Studio+Tour di Australia+Nyanyi bareng boyband dan girlband yang lagi nge-hits. Serrru kan?.
Ketentuan: Untuk usia 10 tahun-15 tahun.
                    Bersedia vakum dari sekolah selama beberapa                                   bulan.
                    Minimal beranggotakan 3-9 anak.
                    Bersedia di kontrak oleh Star’s Studio dan                                        Signal TV.
            Gimana, mudahkan ketentuannya?. Buat yang berminat, kamu bisa dapetin formulirnya yang bisa kamu download di: www.PemilihanBBdanGB.com atau bisa kamu dapatkan di Sprinkle Daily. Untuk info lebih lengkap, hubungi saja wakil kami.
Contact: Maya (083345671234)
               Jeje (098237127546)

 
Wah, menarik banget ya lombanya?. Setelah aku membaca lomba tersebut, aku langsung mendatangi Sesyl, Azzah, dan Safira. Dan seperti dugaanku, pasti mereka sedang membicarakan lomba itu. Saat itu juga, si Angelicious beserta gengnya langsung mengusir teman-teman lainnya yang sedang membaca pengumuman lomba itu. Angel pun membaca pengumuman itu dan berujar “Heh buat yang lainnya, ingat ya, cuma aku yang bisa menangin lomba ini”. Hii… pede banget ya si Angel, liat aja nanti. Bahkan, si Rebecca sempat tertawa mendengarkan tuturan si Angel. Aduh, baru pengumumannya aja udah panas, apalagi waktu audisi nanti ya?.
Aku, Sesyl, Azzah, dan Safira langsung menuju Green Place, karena Fadhilah telah menungguku kami sejak tadi (Kasihan banget kamu Dhil). Kami pun saling balapan lari, lucu ya. Pertama, yang ada di posisi terjauh Sesyl, kemudian Azzah, Safira, dan terakhir aku. Sesampainya di Green Place, Dhila hanya bisa menganga melihat ulah kami, mungkin dia kira kami habis di hokum oleh guru berlari mengitari lapangan sebanyak sepuluh kali. Peluh pun bercucuran, tetapi tidak mengahalangiku. Sesyl pun langsung bercerita lomba tentang “Pemilihan BB dan GB Cilik” kepada Fadhilah. Fadhilah pun memperhatikan ucapan Sesyl dengan serius (Hmm, si Sesyl kayak ibu presiden aja ya). Dan di akhir pembicaraan Sesyl bertanya.
“Teman-teman, kalian setuju enggak kalau kita membentuk girlband cilik?” usul Sesyl semangat.
“Aku setuju aja sih” ucapku yang kemudian di setujui oleh Azzah, Fadhilah, dan Safira.
“Kalau gitu, gimana kalau kita kasih nama girlband kita The Little Princess” saran Sesyl.
Sekali lagi, aku, Safira, Azzah, dan Fadhilah hanya mengangguk, tanda setuju. Kami pun kemudian sibuk membicarakan tentang latihannya, lagu yang akan di pakai, dan lain sebagainya. Kebetulan, Safira hari ini membawa laptop, langsung saja Safira menyalakan laptop dan langsung mengaktifkan wi-fi. Langsung saja Safira mengetikkan url: www.PemilihanBBdanGB.com dan hanya loading yang beberapa saat kemudian laman pun muncul. Kami langsung mengerubuti Safira (kayak semut saja) dan langsung Safira mencari formulir pendaftarannya. Ternyata websitenya keren lo, sambil menunggu mendownload formulirnya, kami asyik mengobrol.
Selesai mendownload, Safira izin pulang terlebih dahulu karena akan ada les. Safira berjanji, setelah sepulang dari sekolah ia akan langsung menge-print formulir itu. Perbincangan pun kembali di lanjutkan. Beberapa perdebatan pun terjadi tentang lagu yang akan di pakai saat audisi nanti. Alhamdulillah, Safira memiliki kakak perempuan yang bernama Kak Vio yang akan mengajarkan koreografinya. Dari hasil perdebatan, kami sepakat menggunakan lagu SM*SH yang berjudul Senyum Semangat. Di pilih lagu itu, karena lirik lagunya enak dan nge-beat. Sssttt… sebenarnya Sesyl itu bisa nge-rap lo, makanya Sesyl di juluki rapper girl’s.
Setelah berdebat, kami pun memilih membubarkan diskusi ini dan menunggu jemputan. Langsung saja jami mengemas barang yang di bawa dan langsung menuju gerbang sekolah, tempat menunggu jemputan. Sesampai di gerbang sekolah, ternyata Fadhilah telah di jemput oleh sopirnya, yang kemudian di susul oleh Azzah, Sesyl, dan terakhir aku. Hiks… mana sih Pak Jar-Jar?. Kok enggak biasanya jam segini belum menjemput aku?. Tak lama kemudian, Pak Jar-Jar datang menjemputku. Aku pun memasuki mobilku dan langsung menyandarkan tubuhku di jok mobil. Brrm… mesin mobilku pun menyala, perlahan-lahan mobilku meninggalkan sekolah.
                                                            ***
            Latihan pertama di rumah Safira…
Sesampainya di rumah Safira, aku menutup pintu mobilku dan menyuruh Pak Jar untuk menjemputku tepat jam empat sore. Saat ku buka pagar rumah Safira, tampak Sesyl, Azzah, Safira, dan fadhilah telah menungguku sejak tadi. Hihihi… aku jadi malu karena aku orangnya enggak bisa on time. Kemudian, aku dan temanku lainnya masuk ke rumah Fira (panggilannya selain Safira). Tampak Kak Vio sedang bersantai di ruang tengah. Ku letakkan tasku di sofa dan kami pun langsung menemui Kak Vio untuk memulai pelajaran koreografi kami yang pertama. Setelah Fira berbicara dengan kak Vio, Kak Vio pun langsung mengambil tape recorder.
Seperti janji kami sejak awal, lagu yang akan di pakai adalah lagu senyum semangat. Kak Vio langsung member aba-aba untuk gerakan yang pertama. Satu… dua… tiga… empat… hmm, gerakannya cukup mudah kok. Setelah semua bisa gerakannya, kami pun langsung nge- dance menggunakan musik. Musik pun mengalun dengan merdu mengiringi kami menari. Sesekali Sesyl sering salah gerakan, di maklumi kok, kan baru latihan. Fiuh… setelah satu jam kami menari, saatnya istirahat sejenak. Mamanya Fira membawakan orange juice dan biscuit. Tanpa aba-aba, Azzah pun langsung menyeruput minumannya, hahaha… kamu lucu deh Zah!.
Kak Vio pun memilih memberhentikkan latihan dulu, karena Kak Vio akan ada les tambahan dari sekolah. Sesuai kesepakatan kami, latihan akan di lanjutkan keesokan harinya. Kami pun langsung menunggu jemputan masing-masing. Hari ini benar-benar hari yang melelahkan sekaligus hari terbaik yang pernah ku miliki bersama teman-teman baruku.
                                                            ***
Kriing… kriing… kriing…
Jam wekerku pun berbunyi dengan keras. Ku bukakan mataku dan langsung ku matikan jam wekerku. Hoam… sekarang jam wekerku telah menunjukkan pukul lima pagi. Ku lipat selimut dan ku rapikan bantal dan guling yang telah ku pakai semalamanan. Kemudian, aku mengambil handuk dan pergi menuju kamar mandi untuk mandi pagi. Sesampainya di kamar mandi, aku langsung mandi. Byur… byur… byur… suara kecipuk air pun menggema dari dalam kamar mandi. Sekitar sepuluh menit kemudian, aku telah keluar dari dalam kamar mandi. Dan sekarang saatnya aku berganti baju seragam sekolah.
Setelah berganti baju seragam dan berdandan, aku langsung mengambil tas ranselku dan langsung menuju ruang makan. Hmm, perbedaan yang mencolok, antara lantai dasar dengan lantai atas. Sesampainya di ruang makan, tampak Mama dan Ayah telah menungguku sejak tadi. Yummy, pagi ini Mama membuatkan roti isi dan susu, simple sih, yang penting kenyang. Hari ini aku sangat bersemangat, karena seusai sekolah aku akan kembali berlatih koreografi serta berlatih menyanyi. Penasaran deh, gaya nge-rapnya Sesyl kayak gimana?. Dan ada lagi yang enggak kalah istimewa, kemarin Fira udah ngirim formulirnya dan telah mendapatkan konfirmasi dari panitia, tambah penasaran aja, ya?.
Aku pun cepat-cepat menghabiskna sarapan pagi. Nyem… nyem… nyem… benar-benar enak roti isi buatan Mamaku, pokoknya T.O.P B.G.T deh. Selesai sarapan, aku langsung mengambil tas ranselku dan mengenakan kaos kaki dan sepatu. Tak luput membawa bekal makanan dan bekal minuman, sekaligus hemat uang saku gitu. Aku pun menunggu Ayahku di depan rumah sambil membaca buku catatanku, hitung-hitung mengingat pelajaran yang telah di ajarkan oleh guru.
“Angel, kamu sudah membawa bekalnya, kan?” tanya Mamaku.
“Sudah kok Ma. Angel pamit dulu ya, Assalamualaikum…” pamitku pada Mama sambil mencium tangannya.
“Hati-hati di jalan ya, Nak” balas ibuku sambil membelai rambutku dengan lembut.
Kemudian, aku langsung menaiki mobil, karena Ayah telah menungguku. Dari dalam mobil, ku buka sedikit jendelanya dan ku lambaikan tanganku ke arah Mama. Dadah… Mama, Angel mau menuntut ilmu dulu. Brrm… mesin mobil pun menyala, perlahan-lahan mobilku meninggalkan halaman rumah. Di dalam mobil, aku menghafalkan lirik lagu dengan semangat, untung saja kemarin Azzah menuliskan lirik lagunya kepadaku, kalau tidak kan gawat? Karena aku belum tahu liriknya. Aku pin langsung menghafalkan setiap bait lirik lagi tersebut, hmm keren juga ya lagunya. Suasana di mobil pun hening. Tiba-tiba saja terdengat nada sms dari hp-ku dan aku langsung membuka kotak masuk.
From: Fadhilah
Hey girls?. Maaf aku ganggu kalian di pagi hari ini. BTW, langsung ke pointnya aja ya. Gawat… si Sesyl mau out dari The Little Princess, padahal formulirnya udah di kirim, gimana nih?. Tekad Sesyl bulat, dia lebih milih buat gabung ke Rapper’s Girl’s Indonesian. Terus pengganti si Sesyl siapa?.
Aku pun dengan cepat membalas sms dari Dhila. Aduh… gimana nih? Kok tambah rumit sih masalahnya?.
From: Elica
Aduh… gimana nih Dhil?. Kok masalahnya jadi rumit begini?. Hmm, ini pasti ulah si Angelicious, aku yakin banget. Aku pernah liat si Angelicious di jemput sama kakak ceweknya, dan kamu tahu, kakakknya ketua Rapper’s Girl’s Indonesian?. Kita masih bisa cari penggantinya kok J.
Selesai mengetikkan sms, aku pun semakin cemas di buatnya. Sesyl-lah sang pendiri GB Cilik ini dan… dia juga yang out, tambah sedih aku. Ku buka sedikit jendela mobilku agar aku bisa melihat pemandangan di jalan. Tak lama kemudian, terdengat nada sms dan langsung ku buka, pasti itu balasan dari Dhila.
From: Angelicious Unyu-Unyu
Hello…hello…?. Gimana pagi ini cerrraaahhh banget?. Pokoknya ini hari terbaikku, THE BEST DAY. Aku denger-denger nih. Si siapa tuh? Oh ya Sesyl out kan dari GB rakyat jelata? Baguslah kalau gitu J. Kasihan deh lu… apa yang enggak dari Angelicious, selamat menikmati.
Hiih… nyebelin banget sih si Angelicious. Bener nih yang udah ku tebak, si biang keladinya pasti dia (Jahat banget kamu Angelicious, sebenarnya mau kamu apa?). Aku pun langsung men-delete pesan dari Angelicious, hih siapa sih yang kasih nomor hapeku sama si Angel?. Aku pun hanya manyun dan menggerutu setelah membaca sms dari Angelicious…. Ugh… :p awas ya!. Ayah yang melihat raut mukaku langsung bertanya kepadaku, ya agak nyindir siih.
“Angelica, my princess dad, what happen?” tanya Ayahku yang berbicaranya sok inggris.
“Gini nih Yah, Elica keseeeelll… banget sama Angelicious yang udah ganggu Elica sejak pertama masuk. Udah gitu ya Yah, masa si Licious sengaja ceburin Elica ke kolam ikan. Arrgh… parahnya sekarang malah mau hancurin GB yang baru aja berdiri” ceritaku panjang di kali lebar.
 “Elica…Elica… kok namanya sama-sama Angel siih, sayang?. The name twin….” Balas Ayah santai.
Huh… Ayah bikin aku semakin G.A.L.A.U aja nih L. Gimana dengan nasib The Little Princess berikutnya?. Bukannya sebagai seorang Ayah menghibur anaknya, eh… malah Ayah menyama-nyamakanku dengan si Licious (panggilan baru, abisnya namanya pake sama = =’). Tanpa ku sadari, sampailah aku di depan gerbang sekolah. Aku langsung membuka pintu mobil dan berpamitan terlebih dahulu dengan Ayah, dan Ayah membalasnya dengan kecupan di keningkuku (no comment ya…). Ku langkahkan kakiku perlahan menuju kelasku, kelas 7.1 yang sangat ku cintai. Tiba-tiba saja, si Licious bersama gengnya datang tak diundang tepat di depan mukaku.
Hello… rakyat jelata yang kamseupay kuadrat dua belas?. Gimana, hari ini benar-benar bahagia, kan?” ledek si Licious yang kemudian terdengar gelak tawa dari gengnya.
Tanpa pakai lama, aku langsung meninggalkan Licious dan langsung berlari menuju kelas. Tepat sesuai harapan, di ambang pintu kelas sudah ada si Fira, Azzah, dan Dhila yang telah menungguku. Aku langsung saja menghampiri mereka dan langsung mendiskusikan kelangsungan GB ini. Alhamdulillah, Fira sudah contact ke panitia buat hapus nama Sesyl, tapi siapa yang bakal gantiin jadi rappernya?. Hmm, akhirnya si Azzah pun langsung angkat suara dan menyarankan Karel, teman lesnya yang kebetulan jago dance dan rap buat gabung ke The Little Princess, karena kemarin si Azzah sempat ngerayu Karel. Fyuh… untungnya ada penggantinya Sesyl, dan kami semua langsung berteriak SETUJU!!!.
Sesuai kesepakatan, setelah pulang sekolah kami langsung menuju rumah Fira untuk melanjutkan latihan. Yeyeye… jadi semakin penasaran aja nih?. Aku pun langsung menuju bangkuku untuk meletakkan tasku di laci meja. Waktu audisi tinggal seminggu lagi nih, kira-kira bisa langsung jadi enggak ya?. Aku pun membayangkan bahaimana The Little Princess memenangkan lomba itu, wah… seneng banget bisa duet bateng sama senior nih!. Lamunanku pun langsung buyar oleh teriakan Dhila. Hiih… Dhil..Dhil… gamhhu aka orang yang lagi bayangin sesuatu.
“Hey… Elica, ngapain bengong kayak kebo?. Mendingan kita latihan nyanyi aja yuuk…!. Hitung-hitung pemanasanlah” ajak Dhila.
“Siipo Dhil, yuuk” balasku yang langsung ku gandeng tangan Dhila.
Sempat ngerasa sedih…
Karna sering di bully…
Pernah jadinya malu…
Karna di cibir mulu…
Kami pun bernyanyi bersama, kualitas suara kami oke punya kan?. Beberapa temanku memerhatikan kami bernyanyi sambil ikutan bernyanyi, wah tambah seru aja ya. Selesai bernyanyi, tepuk tangan pun terdengar riuh, plok…plok…!. Ayo kita teriakkan The Little Princess, yo…yo…yo…!.
                                                            ***
Saat latihan pertama bersama Karel….
“Kenalin, namaku Caroline Faustic, aku biasa di panggil Karel” ucap Karel ramah.
Kami pun satu-persatu memperkenalkan diri, kecuali si Azzah yang udah kenal duluan. Dan untungnya, si Karel udah hafal lagunya dan sekatang saatnya latihan dance. Satu…dua…tiga… yang diitingi dengan alunan lagu senuim semangat yang memang memiliki aliran nge-beat yang membuatku semakin bersemangat saja. Selekas menari, Karel mengusulkan di akhir lagi ia dan Azzah melakukan split. Kami semua langsung berteriak SETUJU. Kami pun langsung menikmati setengguk es jeruk yang di hidangkan oleh Mamanya Fira, aih… segat nian!. Aku sempat bertanya kepada Karel, apa dia sudah hafal gerakan dance-nya belum?. Dan kalian tahu apa jawabannya? Jreng…jreeng… HAFAL.
Setelah menari, di lanjutkan dengan latihan menyanyi yang kemudian di lanjutkan dengan diskusi mengenai kostum yang akan di kenakan. Senyumanku tak akan pernah luntur lagi, singing all the long. Dan aku sedikit takjub kepada Karel, karena rap-nya benar-benar kayak Iwak K. Selesai menyanyi, tiba-tiba Dhila menyuruh Karel untuk bitbox dan ternyata Karel juga bisa. Kami pun langsung memuji Karel dan Karel pun hanya tersenyum. Untuk masalah kostum, tanyain ke Dhila aja ya.
“Untuk kostum, kita pakai kaos putih sama rok warna merah tua diatas lutut yang dipaduin sama stocking hitam. Untuk aksesorisnya, pakai bandana rajut warna merah dan masalah alas kakinya gimana?” usul Dhila.
“Gini deh, mendingan kita pakai sepatu kets warna hitam. Kalau pake high heels kalau mau gerak enggak bebas” saranku.
Setelah berdiskusi panhang, akhitnya kami sepakat dengan usulan Dhila dan tentunya usulanku. Kami pun kini menunggu jemputan tepat di depan rumah Fira. Satu-persatu temanku pun pulang. Akhirnya jemputanku datang juga. Sesampainya di rumah aku langsung berteriak CAPEK…!!!.
                                                            ***
Audisi GB dan BB Cilik…
Sesuai dengan rencana, jam setengah Sembilan kami berkumpul di rumah Dhila untuk berganti kostum. Tenang kok, kami sudah meminta izin kepada kepala sekolah kami, Mrs Wilden. Sesampainya di rumah Dhila, tampak Azzah dan Karel menunggu kedatangan teman yang lainnya. Kami pun asyik mengobrol di beranda tumah Dhila. Tak lama kemudian, di susul Fira yang telah datang. Dan sekarang saatnya kita berganti kostum. Kami pun langsung menuju kamar Dhila untuk berdandan. Sesampainya di kamar Dhila, kami langsung berganti baju yang kemudian di lanjutkan dengan merias wajah.
Simple aja kok kita dandannya, cukup dengan foundation, bedak, lipgloss, blus on, dan mascara. Hahaha… kami sempat susah mendandani Karel yang terkenal sangat tomboy. Kalau masalah dandani anak tomboy, serahin ke Dhila. Dhila merias Karel cukup dengan bedak dan sedikit lipgloss. Pokoknya, kata Dhila Karel harus menonjol dalam aksesorisnya, siip. Setelah merias wajah, di lanjutkan dengan memberikan aksesoris, diantaranya bandana dan kalung. Wah… Karel beneran di buat tomboy dengan bandana bermodel tengkorak. Two Thumps buat Dhila deh. Dan sekarang saatnya berangkat menuju tempat audisi.
Sesampainya di tempat audisi, mulutku langsung menganga melihat banyaknya peserta yang mengikuti ajang ini. Kami pun langsung mengantri dengan tertib, dan aku baru tahu ternyata di sini tidak pakai audisi langsung pemilihan dan yang terpilih hanya satu BB dan GB (ketat banget). Dan sekarang adalah golotan kami untuk tampil. Nervous juga ya, dengan pede kami pun maju. Sang juri pun langsung bertanya.
“Lagu apa yang akan kami nyanyikan The Little Princess?” tanya juri.
“Kami akan menyanyikan lagu Senyum Semangat” jawab kami kompak.
Dan kami pun mulai menyanyi dan nge-dance dengan semangat 45. Senyumanku tak akan pernah luntur lagi singing all the long, Semangatku tak akan pernah patah lagu dancing all night long. Seusai menyanyi, saatnya juri mengomentari penampilan kami dan komentar juri ternyata penampolan kami sempurna dan kompak banget, Alhamdulillah. Kami pun kembali menuju belakang panggung, dan dari kejauhan Mama Dhila memberikan dua jempol kepada kami. Dan ingat, kami sudah meminta izin kok kepada kepala sekolah, justru kepala sekolahku sangat mendukung kami. Dan tak terasa, sekarang adalah pengumuman ajang ini.
“Baiklah para penonton, inilah saat yang sangat kita nantikan. Dan boyband terbaik jatuh kepada… jreng…jreng… Super Boyz. Di harap Super Boyz maju ke atas panggung. Dan girlband terbaik jatuh kepada… jreng…jreng… The Little Princess. Di harap The Little Princess, maju ke atas panggung” ucap MC itu yang kemudian terdengar tepuk tangan riuh dari penonton.
Kami pun langsung maju ke atas panggung. Awalnya, The Little Princess tidak menyangka akan memenangkan lomba ini. Sang juri pun menyerahkan piala berwarna emas bergambarkan tiga anak perempuan yang memegang bintang. Tak lupa, kami pun berfoto bersama piala itu. Cklik… Dan kini, The Little Princess menjadi girlband cilik yang sangat terkenal.
                                                            The End

                            












           
           






Juni 13, 2012

Good Bye, Friends!


Good Bye, Friends!













Lusiana Nazilah








                                   Bismilahirrahmannirrahim





















Ku persembahkan untuk temanku,
Alm. Nevita Agnike Diah Hastantri










Ucapan Terima Kasihku
            Assalamualaikum Wr. Wb.
            Pertama, ku ucapkan terima kasih kepada Allah SWT atas nikmat yang di berikan kepadaku. Dan juga untuk Alm. Nevita, semoga kamu bahagia di sana, dan kamu dalam meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah, amin ya rabbal alamin.
            Cerita ini ku buat untuk mengenang Alm. Nevita yang semasa hidupnya terkenal murah senyum dan periang. Meski pun dia sedih, tetapi ia akan selalu menyembunyikannya. Untuk keluarga yang telah di tinggalkan, semoga tetap tabah menghadapinya.
            Wassalamualaikum Wr. Wb.         
                                                                                                                              Salam,

                                                                                                                        Lusiana Nazilah










Kenalan Dulu Yuuk!
            Oke deh, sebelumnya kenalin dulu. Kami anak kelas 7a yang lucu dan pokoknya heboh banget euy!. Bahkan, guru-guru sampai angkat tangan sama anak kelas 7a loh (Maafin kami ya, Pak dan Ibu guru).
            Pertama, kenalan sama sekolahan paling the best se-Yogyakarta. Dan inilah, SMP NEGERI 15 YOGYAKARTA. Sekolahku ini beralamatkan di Jalan Tegal Lempuyangan Nomor 61 Telepon 512912 Yogyakarta.
            Dan saatnya yang di tunggu-tunggu, kenalan sama anak kelas 7a. Jreng… jreeng… jreeng….

·         Adi Priyono
            Ini teman cowok sekalasku yang punya nomor absen paling awal. Panggilan kerennya        sih Deni Blue.
·         Aditya Maulana
            Ini teman cowokku yang biasa pakai jaket hitam di sekolah. Ssst… dia suka banget           sama basket.
·         Aji bagus Nugroho
            Kalau yang ini, temanku yang gimana gitu?. Dia suka bikin usil di kelas, jangan      berani-berani sama Aji, dia jago karate lo.
·         Alifa Amatulah Madaniah
            Dan Ifa ini teman cewekku yang punya nomor absen paling awal. Hobinya Ifa sih basket, sama kayak si Adit tuh. Kalian pengen follow twitternya Ifa?. Twitternya          @AlifaIfa.
·         Bananudin Hafidz
      Teman cowokku ini cuma satu-satunya orang di kelasku yang ada lesung pipitnya.             Dia biasa di panggil Anan.
·         Bintang Rifqi Muhammad
      Temanku ini biasa di panggil Bintang. Meski badannya tidak terlalu tinggi, jangan di         remehin loh. Dia itu pintar.
·         Diandra Nida Annisa
            Temanku ini namanya Didi. Dia cantik banget loh?. Kalian jangan naksir sama Didi           ya, Didi udah punya pacar  :P. Twitternya @diadrandns buka aja twitternya. blognya: www.diandrandns.blogspot.com
·         Dias Orchita Adianingrum
            Kalau teman cewekku ini namanya Dias. Dia juga cantik loh?. Mau tahu twitternya,          ini dia @dias_orchita. Dan kalian tahu?. Dias sangat dekat Nevita.
·         Diva Nabila Cintatya
            Kalau ini, temanku yang namanya Diva. Diva itu termasuk penggemar Taylor Swift,          makanya dia suka bilang kalau aku itu “Diva Swift”. Iya deh Div “?”.
·         Endang Kusumastuti Hartoyo
      Temanku ini biasa di panggil Titut. Urusan bahasa jawa, dia sih jagonya (Beda banget       Titut sama aku= =’). Titut enak buat diajak ngobrol, senyumnya manis (Ya iyalah,          ada behelnya).
·         Faradhita Nirma Apriani
      Temanku ini namanya Dhita. Senyumnya manis alami loh…! (Aku bagi dong xD).             Dia itu penggemarnya Iqbal CJR, Choi Siwon, dan Rangga SM*SH. Dhita sangat       dekat Nevita lo.
·         Frideswidi Aufi
      Temanku yang satu ini juga cantik. Ssst… bahkan dia sampai dua kali di tembak sama       satu cowok tapi di tolak mentah-mentah. Oke, dia biasa di panggil Frides atau Ides.           Twitternya @Frideswd123. Dan Frides sangat dekat Nevita lo.
·         Haryo Bayu Wibisono
      Kalau yang ini, teman cowokku di sekolah yang suka sama bola. Dia biasa di panggil         Bayu.
·         Jaisyur Rahman Setiadarma Atmaja
      Dan inilah sang ketua kelas sekaligus peraih ranking satu *prokprokprok… Sang    ketua kelas ini biasa di panggil Jaisyur atau Jais atau mungkin Jaisy.
·         Jusna Harita Rustandi
      Dan inilah teman cewekku yang suka olahraga tenis, siapa lagi kalau bukan Nuna. Nuna adalah teman sebangku almarhumah Nevita. Kalau sekarang, Nuna duduk      sebangku sama Marsha.
·         Lusiana Nazilah
      Dan inilah aku. Hahaha… bolehkah saya sedikit keegeran? J. Aku biasa di panggil           Icha kalau di sekolah. Jangan lupa, follow twitterku @WrittersMyLife oke.
·         Lutfia Imani Maheswari
      Kalau temanku yang satu ini penggemar kucing, dia punya kucing kesayangan       namanya Cemong. Dia biasa di panggil Fia, Fia deket banget sama Rizma *Mana          Rizma!?.
·         Marsha Ardiani Fadhila
      Dan inilah Marsha Perry. Hehehe… kayak Diva aja J . Dan kalian bisa tebak, pasti           Marsha ini penggemar Katy Perry. Marsha juga dekat sama Nevita, makanya Marsha         paling sedih waktu itu L . Follow twitternya Marsha ya @MarshaFadhila.
·         Martha Widuri Iswara
      Dan inilah sang bendahara kelas yang galak, Atha #Just Kidding. Tapi Atha orangnya        baik kok J, jadi jangan khawatir.
·         Monica Estera
      Kalau ini pacarnya dari Zika, mana kamu Zika?. Dan dialah Estera… Kalian jangan           berani-berani sama Estera, karena Estera adalah anak guru J .
·         Muhammad Farhani
      Kalau teman cowokku ini kalian panggil aja Farhan. Kalau di sekolah, panggilan    kerennya Pak Bolu. Lucu bukan?.
·         Muhammad Fazlur Zikra Arifudin
      Nah ini nih pacarnya Estera. Singkatanya ZLE alias Zika love Estera. Temanku ini             biasa di panggil Zika.
·         Muhammad Fikri Firmansyah
      Dan ini nih si biang keroknya kalau kelas jadi berantakkan, ya Fikri. Tapi Fikri        orangnya lucu kok, aku aja sampai ketawa ngakak J.
·         Muhammad Lazuardi Kristantya
      Kalau teman cowokku ini di juluki “Master Of Silent” karena dia enggak pernah     bicara sepatah pun selama awal MOS sampai detik ini, tapi jangan di remehin Iyaz itu        pintar.
·         Mutiara Nur Aisyah
      Dan inilah teman cewekku yang suka sama drama korea, siapa lagi kalau bukan      Mutiara?. Mau kenalan sama dia, add facebooknya aja, Mutiara Nur Aisyah.
·         Nanindya Pramesti Dewanti
      Kenalin, ini teman cewekku yang agak tomboy, dan dialah Nanin. Dia pintar loh,   buktinya dia dapat ranking dua (di bawahnya Jais).
·         Alm. Nevita Agnike Dyah Hastantri
      Alm. Nevita terkenal karena murah senyum dan supel. Pokoknya enak deh punya teman kayak dia. Kamu bisa buka twitternya @Nevita_Agnike atau facebook Nevita     Agnike.
·         Putu Ayu Nanda Radharani
      Kalau teman cewekku ini, memang orang Bali kok?. Makanya dia sering ke Bali.   Temanku ini biasa di panggil Nanda.
·         Raden Ichsan Nur Aldiansyah
      Temanku ini, biasa di panggil Bu Nurjanah dengan “Pak Raden” tapi dia di panggil           Ichsan kok J (Hampir sama kayak namaku = =’).
·         Reza Afrah Afifah
      Dan ciat… temanku ini jago taekwondo jadi jangan macam-macam. Oke deh, dia biasa di panggil Afrah.
·         Rizky Yudhitya Ganesha
      Nah, ini nih temanku yang paling arrgh… kalau di ingatin piket.Ya si Nesha           tentunya. Ejekan Nesha sih Rizky Yudhita Ganesha.
·         Rizma Savira
      Nah ini si Rizma baru nongol?!. Temanku ini suka banget gambar komik dan nulis kayak aku. Pokoknya Fia dan Rizma itu kayak prangko J percaya deh. Kalian follow      twitternya Rizma ya @Savira_VirRizma.
·         Shely Kusuma Dewi
      Hmm, dia biasa di panggil Shely.
·         Woro Asworini
      Dan inilah Woro yang juga dekat sama Alm. Nevita. Kalau kalian mau tahu            twitternya ini dia @woro_asworini.
·         Yahya Rizki Amrullah
      And the last, temanku yaitu Yahya. Dia pacaran sama L Sukma Pitaloka, kelas 7b. Kalau mau tahu twitternya ini @YRA_Rizki.
                                          Good Bye, Friends!
Minggu, 8 April 2012
   “Hah Nevita meninggalkan dunia?” gumamku tak percaya.
      Aku sempat kaget saat membaca wall facebook Nevita yang berisi berita berduka cita. Aku rasa itu hanyalah sebuah lelucon, dan kalian tahu?. Ternyata berita itu adalah benar, Gubrak… Innalillahi Wainnailaihi Rajiun tak ku sangka Nevita teman sekolahku meninggal dunia?. Seingatku, Hari Sabtu yang lalu dia masih dalam keadaan baik-baik saja. Aku jadi merasa bersalah, karena di hari terakhir aku bertemu dengannya aku tidak bisa membahagiakannya. Memang, penyesalan selalu ada di akhir.
      Begini kronologi peristiwanya. Di hari Minggu pagi, Nevita, Ayahnya, dan Ibunya sedang bersepedaan di sekitar rumahnya. Saat Nevita akan berbelok arah, tiba-tiba Nevita keserempet truk dan kepala Nevita tersungkur oleh aspal. Dan darah pun mengucur dengan deras tak henti-hentinya. Saat Nevita akan di bawa ke rumah sakit terdekat, Allah pun telah memanggil Nevita. Dia mengalami gagar otak, kasihan banget ya kamu Nev. Dan ada hal yang membuatku geram, dan itu SOPIR TRUK ITU MELARIKAN DIRI. Kasihan banget kamu Nev, meninggal dalam keadaan kecelakaan!.
      Saat aku membaca status Dhita, dia bilang udah melayat ke kediaman Nevita. Huuh… aku enggak diajak nih?. Dan ada beberapa hal yang membuatku merasa sangat teringat dengan Nevita, yakni dialah yang memberitahuku bahwa *******, *****, ***, dan ***** menghinaku saat latihan menari pesta rakyat. Ya, waktu itu aku bersedih karena mereka tidak punya rasa terima kasih kepadaku. Dan Nevitalah yang saat itu menghiburku dan juga Nevita berkata “Aku juga enggak suka sama mereka, kok”. Hiks… maka tercucurlah air mataku membasahi kedua pelupuk mataku.
                                                                  ***
Keesokan harinya…
      Hari Senin, tanggal 9 April 2012 aku berangkat sekolah dengan kedua kantong mataku bengkak sehabis menangis. Memang terasa berat bagiku tanpa NEVITA. Sesampainya di sekolah, seakan-akan langkah kakiku begitu berat untuk ku langkahkan, meski hanya satu jengkal dan akhirnya aku sampai di kelas. Kata teman-temanku, rencananya jam Sembilan pagi jenazah Nevita akan di semayamkan. Maka, aku langsung menghampiri bangku Rizma dan kemudian kami memandang kursi yang Nevita duduki. Dan untuk kedua kalinya air mataku kembali membasahi kedua pipiku. Begitu pun Marsha yang sangat bersedih atas kepergiannya Nevita. Memang, kita tidak bisa membaca garis hidup kita, dan hanya Allah dan Malaikat Izrail yang mengetahuinya.
      Kemudian, di susul oleh teman-temanku yang lainnya mengerumuni tempat duduk Nevita. Dan aku pun tak bisa berkata sepatah pun tentang Nevita. Tiba-tiba saja, wali kelas kami datang dan teman-teman pun langsung kembali ke tempat duduk masing-masing.
      “Innalillahi Wainnailahi Rajiun, salah satu teman kalian, Nevita telah meninggalkan kita terlebih dulu. Untuk itu, nanti kita akan menuju ke kediaman Nevita, sekolah akan mencarikan bus untuk kalian, atau siapa di sini yang bersedia meminjamkan mobilnya?” tanya Bu Istutik.
      Aku pun hanya bisa sesenggukan saja saat itu. Dan sekarang bukannya senang karena tidak mengikuti upacara, tapi kepergian Nevita yang secara tiba-tiba.
      “Dan untuk itu, marilah anak-anak kita mendoakan Almarhummah Nevita semoga di ampuni dosanya. Berdoa, mulai…” perintah Bu Istutik sambil menahan tangisnya.
      Susana kelas pun menjadi hening karena sejenak mendoakan Almarhumah Nevita. Dan kembali air mataku tercucur dengan deras membentuk anak sungai. Ya Allah, ampunilah dosa almarhumah Nevita dan dekatkanlah Nevita diantara di sisi orang yang beriman. Dan juga semoga dalam kematian Nevita ini dalam keadaan khusnul khotimah,  Rabbana atina fidun ya khasanah wafil akhiroti kahasanah wakina adzabannar… walhamdulillahi robbil alamamin…
      “Baiklah anak-anak, berdoa selesai. Maaf, Ibu harus pergi menuju ke lapangan” ucap Bu Istutik sambil meninggalkan kelas.
      Seisi kelas pun langsung memikirkan kendaraan yang akan di gunakan. Pertama, Frides bersedia meminjamkan mobilnya. Dan Jais masih menunggu teman yang lainnya. Benar-benar enggak sabar, pengen liat jenazahnya Nevita. Dan akhirnya, yang beredia meminjamkan mobilnya adalah Frides, Dhita, dan Diva. Dan seisi kelas pun kembali ramai seperti biasanya, dan ku lihat Marsha masih menangis sesenggukan. Aku jadi teringat oleh kata-kata Bu Lis “Kalian janganlah menangis berlebihan, karena akan menganggunya”. Cepat-cepat ku usap air mataku dengan tissue.
      Tengtengteng
      Akhirnya upacara bendera selesai dengan di tandainya anak-anak kelas 7b-7j kembali menuju kelas masing-masing yang terlihat dari jendela dekat bangkuku. Aku pun mondar-mandir mengelilingi bangkuku seakan-akan memikirkan penemuan baru, ya padahal aku merasa sangat gelisah. Dan tak lama kemudian, datanglah guruku ke kelas untuk menanyakan mengenai kendaraan. Setelah Jais berbincang-bincang dan bisa kalian tebak kelas menjadi ramai layaknya pasar. Dan kata-kata Afrah pun kembali tergiang di kepalaku.
      “Kemarin Sabtu Nevita bilang ke aku, kalau dia minta maaf dan dia pengen kelas 7a kayak dulu lagi”
      Dan itu mungkin wasiat Nevita untuk anak kelas 7a biar enggak ramai lagi. Dan sampai sekarang pun kelas masih ramai, tapi agak berkurang sih xD. Hmm, aku pasti maafin kamu kok Nev, malahan aku yang mau minta maaf sama kamu. Tak lama kemudian, lamunanku pun buyar oleh panggilan Bu Isti dan Bu Istututik untuk segera menuju gerbang sekolah. Kami pun langsung berjalan menuju gerbang sekolah. Mobil pun berjejer rapi seakan-akan menungguku untuk ku naiki. Dan aku pun naik di mobilnya Diva, tepatnya duduk di bagian belakang bersama Afrah.
      Brrm…!
      Mesin mobil pun mulai di nyalakan dan mobil mulai melaju meninggalkan halaman sekolahku. Di mobil, aku hanya melamun saja mengingat saat-saat bersama Nevita. Diva, Titut, Nanin, Marsha, dan Afrah sedang asyik mengobrol berbeda denganku. Ternyata jarak kediaman rumah Nevita dengan sekolah cukup jauh juga. Beda banget sama aku yang cuma butuh waktu sepuluh menit aja, kalau Nevita sih bisa setengah jam perjalanan kali ya?. Dan, aku juga memikirkan tentang presentasi bahasa jawa, yang tersisa kini hanyalah aku dan Nanda. Yang lebih parahnya lagi, aku enggak tahu naskahnya yang udah di revisi sama Nevita?.
      Dan akhirnya sampailah kami di Rumah Nevita. Wow… rumah Nevita di kelilingi oleh karpet-karpet berwarna kuning kehijau-hijauan. Dan sudah tampak para pelayat menghadiri. Bu Isti langsung menyuruh kami untuk berwudhu di mushola dekat dengan rumah Nevita dan setelah wudhu langsung melaksanakan salat jenazah. Bu Istianahlah yang memimpin salat jenazah. Selesai salat jenazah, aku dan teman-temanku langsung duduk di tempat yang telah di sediakan. Ternyata, selain kelas 7a ada juga kelas 7b, 7c, dan juga kakak kelasku dan pastinya ketua osis, Kak Bhagas.
      Setelah semua selesai salat jenazah, saatnya sekarang proses penguburannya. Beberapa guruku ikut membantu menggiting jenazah Nevita sampai ke tempat pemakamannya. Ku lihat, Ibu Nevitalah yang merasakan kesedihan yang amat mencekam, sambil memeluk boneka kesayangan Nevita. Sesampainya di tempat pemakaman, langsung jenazah Nevita di masukkan ke liang lahat dan juga petinya langsung di hancurkan. Dan di detik-detik inilah yang paling mendebarkan, yaitu penutupan liang lahat.
      Langsung para pekerja menimbun Almarhumah Nevita dengan tanah kembali. Selesai menimbun dengan tanah, langsung di mulai berdoa. Aku pun langsung menundukkan kepala dan mengadahkan tanganku seraya berdoa dengan khusyuk. Selesai proses pemakaman, aku mulai gelisah. Jika kita sudah melangkah sebanyak tujuh kali dari pemakaman, maka Malaikat Munkar dan Nakir akan menanyai dan menyiksa manusia. Aku dan teman-temanku pun langsung menuju mobil masing-masing untuk kembali ke sekolah. Fiuh… akhirnya sampai juga aku di sekolah. Langsung aku berlari menuju kelas dan duduk bersandar di tembok dengan santai.
      Oh iya, jangan lupa mencuci kaki dan tangan setelah dari pemakaman ya!. Tenang aja kok, aku udah melaksanakannya. Setelah membasuh tangan dan kakiku dengan air, aku langsung memakan bekalku dengan lahap. Nyam… nyam… nyam… (Aku bagi dong :P). Selesai memakan bekalku, aku pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku pinjaman, hmm kok ada yang mengganjal di benakku ya?. Aku jadi teringat dengan buku bersampulkan merah jambu yang pernah Alm. Nevita ceritakan kepadaku.
      “Wah, aku juga udah pernah baca bukunya. Tentang tips nulis kan, Cha?
      Ku pandang lebih dalam buku tersebut. Ya aku memang tahu, dulu Nevita pernah bercerita kepadaku dia juga pengen jadi penulis dan Nevitalah temanku yang menyemangatiku untuk menulis dan menyarankan mengirim cerpenku ke media cetak dan jangan kalah sama Rizma, waktu itu aku hanya mengangguk saja. Aku akan mengingat untaian kalimat emasmu itu, kok. Ya, makasih untuk motivasinya sampai aku kayak gini. Sesaat kemudian langsung ku kembalikan buku tersebut di rak buku dengan rapi. Dan sekitar sepuluh menit kemudian aku telah mengambil dua judul buku yang berbeda.
      Langsung aku mengisi di daftar peminjaman khusus kelas 7a. Tepat saat aku akan kembali ke kelas, temanku menyuruhku untuk segera kembali ke kelas karena pelajaran akan kembali di mulai, yaah… enggak asyik ada pelajaran Matematika. Karena aku memang waktu itu enggak mood buat belajar L. Miss Rita pun datang menuju kelas kami. Baru saja akan menyampaikan materi, bel istirahat kedua pun berbunyi. Fyuh… bagus deh kalau gitu, di tunda sementara J. Jangan kalian tiru kelakuanku ya, enggak baik!. Aku pun memilih membaca buku sambil memakan camilan yang juga ku bawa dari rumah.
      Tengtengteng
      Bel tanda masuk kelas pun berbunyi, dan langsung ku tutup buku pinjamanku dan ku selipkan di laci mejaku. Hmm, mendingan aku siapin buku paket dan buku catatannya dulu aja. Miss Rita pun kembali hadir di kelas 7a yang kece ini.
      “Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh” ucap Miss Rita memberi salam.
      “Waalaikumsalam warrahmatalullahi wabarakatuh” jawab kami kompak.
      Kini, semua mata tertuju kepada guru Matematika yang selalu modis dalam mengenakan kerudung.
      “Baiklah Nak. Ibu itu jadi merasa bersalah sama si Nevita. Memang, usia bukan merupakan faktor dalam kematian seseorang, dan buktinya teman kalian telah meninggal dalam usia tiga belas tahun. Dan kalian sebagai temannya, hendaknya berdoa untuk teman kalian” nasihat Miss Rita bijak.
      Apakah kalian mengerti maksud Miss Rita?. Hmm, jika kalian tidak tahu akan ku ceritakan kisah selengkapnya oke. Waktu itu, Miss Rita memberikan tugas mengerjakan latihan soal yang berada di buku paket. Dan kalian tahu?. Nevita baru mengerjakan satu nomor dan Ifa mencurigai kalau Nevita itu BBM-an saat pelajaran. Miss Rita marah dan menyuruh Nevita keluar dari kelas dan mengerjakkan soal tersebut. Saat pelajaran telah usai, Ifa melaporkan kepada Miss Rita kalau Nevita itu BBM-an dan Miss Rita bilang kalau sudah selesai mengerjakkan sial, di suruh menghadap di kantor.
      Dan waktu itu, Nevita benar-benar di caci maki oleh teman-temanku, ya aku memang kasihan kepada Nevita dan aku berusaha menghiburnya semampuku. Ifa langsung menghapus tulisan di papan tulis yang berisi pembahasan jawaban. Ya, pada saat itu Nevita dalam keadaan terpuruk dan dia sama sekali tak memperlihatkan muka sedih atau marah kepada Ifa. Jujur saja, jika aku di perlakukan seperti itu oleh Ifa pasti aku akan marah besar. Uuh… memang mengesalkan jika kita di perlakukan seperti itu, dan memang Nevita itu the best.
      Dan sepanjang hari itu teman-teman membicarakan tentang Nevita. Hiks… aku jadi enggak tega ngeliatnya T.T aku jadi mau nangis. Pelajaran pun kembali di lanjutkan seperti biasanya. Setengah jam kemudian pelajaran pun telah usai. Jais memimpin doa dan setelah berdoa satu persatu anak pun meninggalkan kelas. Langsung aku menuju tempat parkir sepeda yang letaknya tepat di depan ruang guru. Semoga kamu bahagia di sana ya, Nev. Kami akan selalu mendoakanmu kok Nev. Ku kayuh sepedaku dengan cepat sambil memikirkan masa laluku bersama Nevita.
                                                                  ***
      Hah… aku berada dimanakah?. Seberkas cahaya berwarna putih tampak mengagetkanku. Aku pun bersembunyi di semak-semak yang cukup lebat. Eee… itu bukankah Nevita yang sedang tertawa bahagia bersama bidadari yang turun dari kahyangan?. Ku ikuti langkah Nevita di mana pun ia pergi. Dia tampak sangat cantik mengenakan gaun putih dan bando berwarna putih lengkap dengan sepatu kaca yang membuatnya berbeda dari biasanya. Dan sampailah aku di  sebuah air yrtjun yang sangat menakjubkan yang belum pernah ku lihat.
      Di sekitar air terjun itu tampak pelangi yang sangat indah, Nevita bersama bidadari tersebut kemudian terbang entah kemana. Aku menciba untuk mengejarnya, tapi apa daya aku tak mampu. Hiks… kamu begitu cantik Nev, seperti hatimu selembut kapas.
      “Hei Icha, kenapa kamu ada di sini?” tanya Nevita lembut.
      “Entahlah Nev… aku tak tahu” jawabku.
      “Hmm… baiklah Cha. Tutuplah matamu dan sekejap kemudian kamu akan kembali ke tempat semula” perintah Nevita kepadaku.
      “Aku enggak mau Nev, aku mau di sini sama kamu. Jangan tinggalin aku lagi…” nangisku tersedu-sedu.
      “Maafin aku Cha… cliing” Nevita pun pergi meninggalkanku seorang diri.
      Dan aku pun memejamkan mataku dan kemudian aku terbangun. Astagfirullahal Adzim… apakah aku bermimipi?. Ternyata aku  tertidur setelah selesai salat zuhur. Ya, aku sekarang aku hanya bisa mendoakanmu di sana. Semoga kamu bahagia di sana. Good bye friends… Aku akan selalu mengingat kebaikanmu kepadaku.
The End


                
















 
yeahxxx Blogger Template by LiSXXX Blogger Template